Thariqah Suhrawardiyyah

Oleh: Syarifah Irhamni Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini

Syaikh Syihab al-Din Abu Hafs Umar (539-632 H/1145-1234 M), adalah pendiri dari tarekat Suhrawardiyyah. Dia menempuh pendidikan di bawah bimbingan pamannya, Syaikh Dhiya al-Din Abu al-Najib Suhrawardi (490-622 H/1097-1225 M), yang membangun sebuah pondok di Tigris, Baghdad. Khalifah al-Nashir li-Dinillah (575-622 H/1180-1225 M) mengangkat Syaikh Syihab al-Din sebagai duta besarnya keberbagai istana para penguasa penting dan membangun sebuah khaneqah luas untuknya di Baghdad. Kaum sufi dari berbagai penjuru dunia berkumpul di khaneqahnya untuk mendapatkn bai’at darinya. Salah satunya adalah Syaikh Baha al-Din Zakariyya (578 H/1182 M).

Di Multan, para sufi serta ulama terkemuka, banyak yang menentang Syaikh Baha al-Din, tetapi, tingkat keilmuan serta posisi istimewanya diantara murid-murid Syaikh Syihab al-Din Suhrawardi, dapat dengan segera membuatnya menjadi seorang tokoh terkemuka di Multan. Ia sangat tidak menganjurkan kaum sufi mencari bimbingan dari sejumlah pir yang berbeda, melainkan dari satu pir saja. Ia juga sangat menekankan pentingnya sholat-sholat wajib dan menomor duakan sholat-sholat sunnah dan dzikir.

Syaikh Baha al-Din meninggal di Multan, 661 H/1262 M. Ia digantikan oleh anaknya sendiri, yaitu Syaikh Shadr al-Din ‘Arif (w. 684 H/1286 M). Putra dan penerus Syaikh Shadr al-Din, Syaikh Rukn al-Din Abu al-Fath (w. 735 H/1334 M), telah berhasil menghidupkan kembali kejayaan politik dan spiritual kakeknya. Ia sangatlah dihormati oleh raja-raja yang memerintah di kesultanan Delhi, sejak masa pemerintahan Sultan Ala al-Din Khalji (695-715 H/1296-1316 M) hingga kematiannya, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Muhammad ibn Tughluq (725 H/1325 M).

Murid Syaikh Syihab al-Din Suhrawardi yang mempopulerkan Islam di Bengal, adalah Syaikh Jalal al-Din Tabrizi. Setelah pindah ke Bengal, ia mendirikan sebuah khaneqah di Deva Mahal, bagian utara Bengal. Ia telah berhasil mengislamkan banyak orang Hindu dan Buddha. Pada abad ke-8 H/14 M, Kashmir dijadikan sebagai pusat dari para sufi Suhrawardiyyah.

This entry was posted in Sejarah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s