SEMBILAN PRINSIP DAKWAH WALI SONGO


Oleh:
Asy-Syaikh As-Sayyid KH.Shohibul Faroji Azmatkhan Ba’alawi al-Husaini
(Peneliti Sejarah & Nasab Wali Songo, Mursyid Thariqah Wali Songo dan Pimpinan Majelis Dakwah Wali Songo)

SEMBILAN PRINSIP DAKWAH WALI SONGO

1. Kalimasada senjatane ( Senjatanya adalah Iman, Islam dan Ihsan yang terkandung dalam Syahadat) Artinya : selalu mendakwahkan iman, Islam, Ihsan. Mengajak umat untuk kembali kepada Allah dan setia pada Rasulullah.

2. Becik ketitik, Olo ketoro (Kebenaran akan selalu menang, dan kemungkaran akan lenyap binasa). Artinya: Dakwah Wali Songo adalah dakwah dalam kebenaran dengan cara damai. Dan Allah pasti akan menolongnya.

3. Sugih tanpa banda (Kaya tanpa modal harta).Artinya : Jangan rakus pada harta….kebahagiaan adalah ketika kita mampu mendakwahkan agama, dakwah jangan bergantung pada harta.

4. Nglurug tanpa bala (Menyerbu tanpa banyak orang/tentara).Artinya : jangan terhijab dan terpesona dengan banyaknya jumlah kita,…..karena kemenangan berasal dari pertolongan Allah. Bukan karena banyaknya pengikut.

5. Menang tanpa ngasorake (Menang/unggul tanpa merendahkan orang). Artinya : Berdakwah harus dengan cinta, damai dan lemah lembut, jangan menganggap hina musuh-musuh kita….kita pasti unggul dengan sikap tawadhu’…..jangan merendahkan org lain (jangan sombong).

6. Mulya tanpa punggawa (Mulia tanpa anak buah). Artinya : kemuliaan hanya dalam iman, takwa, akhlak dan pengamalan Islam secara Kaaffah, bukan karena banyaknya pengikut

7. Mletik tanpa sutang (Melompat jauh tanpa galah/tongkat panjang).Artinya : Niat untuk berdakwah ke seluruh penjuru alam adalah berkat pertolongan Allah, bukan karena sebab-sebab yang lain.

8. Mabur tanpa lara (Terbang tanpa sayap). Artinya : kita bergerak untuk berdakwah menjumpai umat di mana pun berada.

9. Menang tanpa tanding (Menang tanpa berperang). Artinya : Berdakwah adalah dengan hikmah, cinta, kasih, damai, kata-kata yang sopan, akhlaq yang mulia dan doa-doa yang selalu dipanjatkan kepada Allah agar umat seluruh alam mendapatkan hidayah dari Allah. Bukan dakwah dengan kekerasan atau anarkis.

This entry was posted in Sejarah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s