LEADERSHIP WALISONGO

LEADERSHIP WALI SONGO

Menurut Al-Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri,ulama’ asli Tarim Hadramaut Yaman. Para Wali Songo yg menyebarkan dakwah Islam di indonesia mereka adalah para ‘alawiyin yg datang dari Hadramaut.

Mereka merupakan para dzurriyyat Rasulullah (keturunan Rasulullah) yang silsilah nya bersambung kepada Al-Imam Ahmad Al-Muhajir.
Silsilah Wali Songo sampai kepada Al-Imam As-Sayyid Alwi ‘Am al-Faqih al-Muqoddam (paman dari al-Faqih al-Muqoddam).

Sayyid ‘Alwi ini memiliki 11 putra. dan dari 11 putra inilah yg meregenerasikan para ulama yg bertebaran ke berbagai penjuru dunia.

Di antara putra nya itu adalah Sayyid Abdul Malik Azmatkhan yang kemudian hijrah ke India dan menjadi Raja di sana. Sayyid Abdul Malik Azmatkhan memiliki putera yang bernama Sayyid Abdullah,dari Sayyid Abdullah inilah terlahir Sayyid Ahmad Jalaludin. Sayyid Ahmad Jalaluddin memiliki putera yang bernama Sayyid Husain Jamaluddin, yg selanjutnya memiliki keturunan penyebar dakwah Islam di Asia Tenggara terkenal dengan sebutan Wali Songo. Majelis Dakwahnya disebut MAJELIS DAKWAH WALISONGO

Pendiri Wali Songo adalah Khalifah Muhammad I [Kekhalifahan Turki Utsmani] tahun 1404 M/808 H yang awalnya menugaskan para Ulama Mumpuni yang nasabnya sebagian besar dari asal Hadhramaut Yaman (Azmatkhan Al-Husaini) & dari beberapa jalur lain (Al-Maghrobi Al-Hasani dll), namun masing-masing telah berdakwah ke berbagai penjuru dunia sehingga disebut berasal dari beragam daerah di berbagai penjuru kawasan Islam. Beliau lantas menugaskan para Dai’ tersebut untuk berdakwah di Asia Tenggara dalam suatu MAJELIS DAKWAH WALISONGO

Jajaran Walisongo yang paling dikenal masyarakat, sesuai kawasan lokasi dakwah di pulau Jawa :

Jawa Timur :
1. Maulana Malik Ibrahim Azmatkhan Al-Husaini
2. Sunan Ampel Azmatkhan Al-Husaini
3. Sunan Giri Azmatkhan Al-Husaini
4. Sunan Bonang Azmatkhan Al-Husaini
5. Sunan Drajat Azmatkhan Al-Husaini

Jawa Tengah :
6. Sunan Kudus Azmatkhan Al-Husaini
7. Sunan Kalijaga Al-Abbasiyyah
8. Sunan Muria Al-Abbasiyyah

Jawa Barat :
9. Sunan Gunung Jati Azmatkhan Al-Husaini

Namun, nama-nama di atas secara sejarah tidaklah hidup bersama-sama.. Dalam sejarah, Majelis Dakwah Walisongo secara berkala keanggotaannya mengalami pergantian

PERIODISASI MAJELIS DAKWAH WALI SONGO

Wali Songo Angkatan Ke-1, tahun 1404 – 1435 M. Terdiri dari:
1. Maulana Malik Ibrahim, asal Samarqand, Rusia Selatan [wafat 1419 M]
2. Maulana Ishaq, asal Samarqand, Rusia Selatan
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko
5. Maulana Malik Isra’il, asal Turki [wafat 1435 M]
6. Maulana Muhammad Ali Akbar, asal Persia, Iran [wafat 1435 M]
7. Maulana Hasanuddin, asal Palestina
8. Maulana ‘Aliyuddin, asal Palestina
9. Syekh Subakir, asal Persia Iran.

Wali Songo Angkatan ke-2, tahun 1435 – 1463 M, terdiri dari
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan [tahun 1419 menggantikan Maulana Malik Ibrahim]
2. Maulana Ishaq, asal Samarqand, Rusia Selatan [wafat 1463]
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko
5. Sunan Kudus, asal Palestina [tahun 1435 menggantikan Maulana Malik Isra’il]
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina [tahun 1435 menggantikan Maulana Muhammad Ali Akbar]
7. Maulana Hasanuddin, asal Palestina [wafat 1462 M]
8. Maulana ‘Aliyuddin, asal Palestina [wafat 1462 M]
9. Syekh Subakir, asal Persia Iran.[wafat 1463 M, makamnya di Iran]

Wali Songo Angkatan ke-3, 1463 – 1466 M, terdiri dari
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan
2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim [tahun 1463 menggantikan Maulana Ishaq]
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, asal Mesir [w.1465 M]
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, asal Maroko [w.1465 M]
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim [tahun 1462 menggantikan Maulana Hasanuddin]
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim [tahun 1462 menggantikan Maulana ‘Aliyyuddin]
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim [tahun 1463 menggantikan Syaikh Subakir]

Wali Songo Angkatan ke-4, 1466 – 1513 M, terdiri dari
1. Sunan Ampel, asal Champa, Muangthai Selatan [w.1481]
2. Sunan Giri, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim [w.1505]
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak [pada tahun 1465 mengganti Maulana Ahmad Jumadil Kubra]
4. Fathullah Khan [Falatehan], asal Cirebon [pada tahun 1465 mengganti Maulana Muhammad Al-Maghrabi]
5. Sunan Kudus, asal Palestina
6. Sunan Gunung Jati, asal Palestina
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim
9. Sunan Kalijaga, asal Tuban, Jatim [wafat tahun 1513]

Wali Songo Angkatan ke-5, [1513 – 1533 M], terdiri dari
1. Syaikh Siti Jenar, asal Persia, Iran, wafat tahun 1517] [tahun 1481 Menggantikan Sunan Ampel]
2. Raden Faqih Sunan Ampel II [ Tahun 1505 menggantikan kakak iparnya, yaitu Sunan Giri]
3. Raden Fattah, asal Majapahit, Raja Demak [wafat tahun 1518]
4. Fathullah Khan [Falatehan], asal Cirebon
5. Sunan Kudus, asal Palestina [wafat 1550]
6. Sunan Gunung Jati, asal Cirebon
7. Sunan Bonang, asal Surabaya, Jatim, [w.1525 M]
8. Sunan Derajat, asal Surabaya, Jatim [w. 1533 M]
9. Sunan Muria, Asal Gunung Muria, [tahun 1513 menggantikan ayahnya yaitu Sunan Kalijaga]

Wali Songo Angkatan ke-6, [1533 – 1546 M], terdiri dari:
1. Syaikh Abdul Qahhar [Sunan Sedayu], asal Sedayu [Tahun 1517 menggantikan ayahnya, yaitu Syaikh Siti Jenar]
2. Raden Zainal Abidin Sunan Demak [Tahun 1540 menggantikan kakaknya, yaitu Raden Faqih Sunan Ampel II)
3. Sultan Trenggana [tahun 1518 menggantikan ayahnya yaitu Raden Fattah]
4. Fathullah Khan [Falatehan], asal Cirebon, [wafat tahun 1573]
5. Sayyid Amir Hasan, asal Kudus [tahun 1550 menggantikan ayahnya, yaitu Sunan Kudus]
6. Sunan Gunung Jati, asal Cirebon [w.1569]
7. Raden Husamuddin Sunan Lamongan, asal Lamongan [Tahun 1525 menggantikan kakaknya, yaitu Sunan Bonang]
8. Sunan Pakuan, asal Surabaya, [Tahun 1533 menggantikan ayahnya, yaitu Sunan Derajat]
9. Sunan Muria, asal Gunung Muria, [w. 1551]

Wali Songo Angkatan ke-7, 1546- 1591 M, terdiri dari
1. Syaikh Abdul Qahhar [Sunan Sedayu], asal Sedayu, [wafat 1599]
2. Sunan Prapen, asal Gresik [tahun 1570 menggantikan Raden Zainal Abidin Sunan Demak]
3. Sunan Prawoto, Demak [ tahun 1546 Menggantikan ayahnya Sultan Trenggana]
4. Maulana Yusuf, asal Cirebon [pada tahun 1573 menggantikan pamannya yaitu Fathullah Khan [Falatehan], Maulana Yusuf adalah cucu Sunan Gunung Jati]
5. Sayyid Amir Hasan, asal Kudus
6. Maulana Hasanuddin, asal Cirebon [pada tahun 1569 menggantikan ayahnya, yaitu Sunan Gunung Jati]
7. Sunan Mojoagung [tahun 1570 Menggantikan Sunan Lamongan]
8. Sunan Cendana, asal Surabaya, [tahun 1570 menggantikan kakeknya, yaitu Sunan Pakuan]
9. Sayyid Shaleh [Panembahan Pekaos], asal Surabaya, [tahun 1551 menggantikan kakek dari ibunya, yaitu Sunan Muria. Sedangkan Sayyid Shaleh adalah Shaleh bin Amir Hasan bin Sunan Kudus]

Wali Songo Angkatan ke-8, 1592- 1650 M, terdiri dari
1. Syaikh Abdul Qadir [Sunan Magelang], asal Magelang, [wafat 1599], menggantikan Sunan Sedayu
2. Baba Daud Ar-Rumi Al-Jawi, [1650 menggantikan Gurunya yaitu Sunan Prapen]
3. Sultan Hadiwijaya [Joko Tingkir], [tahun 1549 Menggantikan Sultan Prawoto]
4. Maulana Yusuf, asal Cirebon
5. Sayyid Amir Hasan, asal Kudus
6. Maulana Hasanuddin, asal Cirebon
7. Syaikh Syamsuddin Abdullah Al-Sumatrani, [tahun 1650 Menggantikan Sunan Mojo Agung]
8. Syaikh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri, [tahun 1650 menggantikan Sunan Cendana]
9. Sayyid Shaleh [Panembahan Pekaos],

Wali Songo Angkatan ke 9, 1650 – 1750M, terdiri dari:
1. Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan [tahun 1750 menggantikan Sunan Magelang]
2. Syaikh Shihabuddin Al-Jawi [tahun 1749 menggantikan Baba Daud Ar-Rumi]
3. Sayyid Yusuf Anggawi [Raden Pratanu Madura], Sumenep Madura [Menggantikan mertuanya, yaitu Sultan Hadiwijaya / Joko Tingkir]
4. Syaikh Haji Abdur Rauf Al-Bantani, [tahun 1750 Menggantikan Maulana Yusuf, asal Cirebon ]
5. Syaikh Nawawi Al-Bantani. [1740 menggantikan Gurunya, yaitu Sayyid Amir Hasan bin Sunan Kudus]
6. Sultan Abulmufahir Muhammad Abdul Kadir [ tahun 1750 menggantikan buyutnya yaitu Maulana Hasanuddin]
7. Sultan Abulmu’ali Ahmad [Tahun 1750 menggantikan Syaikh Syamsuddin Abdullah Al-Sumatrani]
8. Syaikh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri
9. Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan [tahun 1750 menggantikan ayahnya, Sayyid Shalih Panembahan Pekaos]

Wali Songo Angkatan ke-10, 1751 – 1897
1. Pangeran Diponegoro [ menggantikan gurunya, yaitu: Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan]
2. Sentot Ali Basyah Prawirodirjo, [menggantikan Syaikh Shihabuddin Al-Jawi]
3. Kyai Mojo, [Menggantikan Sayyid Yusuf Anggawi [Raden Pratanu Madura]
4. Kyai Kasan Besari, [Menggantikan Syaikh Haji Abdur Rauf Al-Bantani]
5. Syaikh Nawawi Al-Bantani. …
6. Sultan Ageng Tirtayasa Abdul Fattah, [menggantikan kakeknya, yaitu Sultan Abulmufahir Muhammad Abdul Kadir]
7. Pangeran Sadeli, [Menggantikan kakeknya yaitu: Sultan Abulmu’ali Ahmad]
8. Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan, Sumenep, Madura [Menggantikan Syaikh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri]
9. Sayyid Abdur Rahman (Bhujuk Lek-palek), Bangkalan, Madura, [Menggantikan kakeknya, yaitu: Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan]

Tahun 1830 – 1900 [Majelis Dakwah Wali Songo dibekukan oleh Kolonial Belanda, dan banyak para ulama’ keturunan Wali Songo yang dipenjara dan dibunuh]

Wali Songo Angkatan Ke-11, 1900 – 1926 terdiri dari:
1. As-Sayyid KH. Kholil Bangkalan Azmatkhan, Perintis Kabupaten Bangkalan
2. As-Sayyid KH. Hasyim Asy’ari Azmatkhan, Perintis Kabupaten Jombang
3. As-Sayyid KH. Wahab Hasbullah Azmatkhan, Jombang
4. As-Sayyid KH. Abdullah Faqih Azmatkhan, Cemoro, Kabat, Banyuwangi
5. As-Sayyid KH. Musthafa Azmatkhan, Perintis Kabupaten Banyuwangi
6. As-Sayyid KH. Nawawi Azmatkhan, Perintis Kabupaten Lumajang
7. As-Sayyid KH. Muhammad Ilyas Ba’abud Kharbasyani, Perintis Kabupaten Pekalongan
8. As-Sayyid KH. Syamsul Arifin Azmatkhan, Perintis Kabupaten Situbondo
9. As-Sayyid KH. Siddiq Azmatkhan, Perintis Kabupaten Jember

Tahun 1926 – 1994 [Majelis Dakwah Wali Songo mengalami kekosongan pengurus, karena pengurusnya mendirikan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, amanat Majelis Dakwah Wali Songo diserahkan Oleh As-Sayyid KH.Kholil Bangkalan kepada muridnya yaitu As-Sayyid KH. Bahruddin Azmatkhan, Beliau ini adalah cucu dari KH. Musthafa Azmatkhan dan dikembangkan melalui Thariqah Wali Songo]

Tahun 1994 – [Sayyid KH.Bahruddin Azmatkhan meninggal dunia dan memberikan amanat Majelis Dakwah Wali Songo kepada cucunya yaitu Sayyid KH.Shohibul Faroji Azmatkhan, dan melantiknya sebagai Mursyid dari 9 thariqah Wali Songo]

28 Oktober 2007 – Berdiri IKAZHI dan Rabithah Azmatkhan [Lembaga Pencatat Nasab Keturunan Wali Songo] yang dipelopori oleh Sayyid KH. Ali Badri Azmatkhan. Di Pesantren Genggong, Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur.

Januari 2010 Sayyid KH.Shohibul Faroji Azmatkhan [Mursyid Thariqah Wali Songo dan pemegang amanat Majelis Dakwah Wali Songo] bersatu dengan As-Sayyid KH.Ali Badri Azmatkhan dalam membesarkan Rabithah Azmatkhan

Mei 2010 – Peresmian Rabithah Fatimiyyah Oleh As-Sayyid Yusuf Muhyiddin Bakhur Al-Hasani dari Lebanon. dan merapatkan bahwa Rabithah Azmatkhan berubah menjadi Rabithah Fathimiyyah, dan Azmatkhan menjadi Naqabah Azmatkhan.

28 Mei 2010 – Majelis Dakwah Wali Songo mulai melengkapi kepengurusan WALI SONGO Generasi ke-12

KEPENGURUSAN MAJELIS DAKWAH WALI SONGO GENERASI KE-12

Dewan Syuro Majelis Dakwah Walisongo:
1. Bidang Organisasi & Tharekat : As-sayyid As-syarif KH. Shohibul Faroji Azmatkhan Al-Husaini
2. Bidang Fatwa : As-sayyid As-syarif KH. Ma’ruf Amin Azmatkhan Al-Husaini
3. Bidang Nasab : As-sayyid As-syarif KH. Ali Badri Azmatkhan Al-Husaini
4. Bidang Riset, Penelitian & Pengembangan : As-sayyid As-syarif KH. Dhiyaudin Quswandi Azmatkhan Al-Husaini
5. Bidang Hubungan Internasional : As-sayyid As-syarif KH. DR Rohimuddin Azmatkhan Al-Husaini
6. Bidang Dakwah & Pendidikan : As-sayyid As-syarif Nur Muhammad Iskandar SQ Azmatkhan Al-Husaini
7. Bidang Ekonomi Islam : As-sayyid As-syarif KH. Dr. R. Burhanul Arifin SE, SH Azmatkhan Al-Husaini
8. Bidang Hukum : As-sayyid As-syarif KH. Musthofa Agil Siraj Azmatkhan Al-Husaini
9. Bidang penegakan Syariat Islam & Khilafah : As-sayyid As-Syarif KH. Fathul Azhim Azmatkhan Al-Husaini

Dewan Khilafah Islam Walisongo
1. Kesultanan Kasepuhan Cirebon
2. Kesultanan Kanoman Cirebon
3. Kesultanan Keprabon Cirebon
4. Kesultanan Kacirebonan Cirebon
5. Kesultanan Banten
6. Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
7. Kasunanan Surakarta
8. Pakualaman
9. Mangkunegaran
10. Kesultanan Palembang
11. Kerajaan Sumenep
12. Kerajaan Bangkalan
13. Kerajaan Sumedang Larang
14. Kerajaan Kelantan Malaysia

This entry was posted in Sejarah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s